SIANTAR-CSKERAS | Dunia pendidikan Kota Siantar semakin terhina. Sebelumnya, heboh dugaan jabatan kadisnya diobral orang-orang terdekat Wali Kota Siantar Wesly Silalahi, kini giliran kabar miring jual beli jabatan kepala sekolah (Kepsek) dasar dan menengah. Nilainya, fantastis. Kisaran puluhan hingga ratusan juta rupiah. Wow…! Benarkah?
Hingga Kamis (22/01/2026) pagi, Wali Kota Siantar Wesly Silalahi, berikut Plt Kadisdik Siantar yang juga Sekda Siantar, Junaidi Sitanggang, enggan menanggapi kabar jual beli jabatan Kepsek tersebut. Padahal, kabar itu telah menjadi obrolan luas di jejaring sosial Facebook.
Akun Facebook atas nama Samsudin Harahap, bahkan sudah menuliskan kabar jual beli kursi Kepsek itu di dinding statusnya. Samsudin menguraikan di dalam tulisannya, tarif jabatan Kepsek untuk SMP Negeri Favorit, mencapai Rp100 juta. Sedangkan SD Favorit, Rp50 juta.
Sekali pun menurut Samsudin harga jabatan Kepsek itu terlalu mahal, justru peminatnya sangat banyak dan melebihi porsi yang tersedia. “Peminatnya banyak sekali. Bahkan melebihi dua kali lipat jumlah 14 SMP dan 69 SD yang ada di Pemko Pematangsiantar,” tulis Samsudin. “Situasi ini membuat para calo dan TS Inti serta Koordinator menjadi kelabakan dan kebingungan,” lanjut Samsudin.
Tulisan yang diapload Samsudin ke facebooknya sejak Rabu (21/01/2026) kemarin, mendapatkan respons beragam. Akun Satria Apologi Perkasa Apologi, menjadi salah satu yang ikut berkomentar. “Kalau 50 jt – 100 jt kecil x lah itu buat sekolah yang favorit karena korupsi dari dana BOS lebih dari segitu,” tulisnya. Sementara akun McLaren Sirait lain lagi komentarnya. “Kalau KADIS berapa pasarannya? (Apakah ada info atau kabar angin),” tulisnya. Hingga 17 jam status Samsudin itu diapload, sedikitnya telah mendapatkan 29 suka dan 25 komentar yang beragam dari netizen.
Berikut tangkapan layar status akun Samsudin Harahap yang tak mau direspons Wesly Silalahi mau pun Junaidi Sitanggang. (Ung)







