SIANTAR-CSKERAS | Menjadi orang paling dipercaya oleh Wali Kota Siantar Wesly Silalahi, jelas membuat Sekda Siantar Junaedi Sitanggang, tak merasa terganggu bahkan ketakutan. Sekali pun, harus menerima ancaman mayoritas Fraksi di DPRD Kota Siantar. Alasannya sederhana, karena itu hanya dianggap PPTA.
“Gak tanggung ancamannya. Mayoritas fraksi mendesak Wesly mencopot Junaedi. Tapi tentu kita duga, rasa paham karakter dewan sering sekali panas-panas tahi ayam (PPTA) saja. Mungkin itu yang membuat sekda gak perlu cemas. Selain itu, sekda masih dipercaya penuh oleh wali kota,” kata Suhendra Kurniawan, Pemerhati Kebijakan Pemerintahan Kota Siantar, Jumat (28/11/2025) sore.
Publik selama ini sambung Suhendra, sudah mencium aroma kedekatan Wesly dengan Junaedi. Maklum, keduanya merupakan satu kesatuan yang tak dapat dilepaskan. Terutama, dalam hal menjalankan roda Pemko Siantar.
Namun anehnya, harmonisnya hubungan wali kota dengan sekda, berbanding terbalik dengan hubungan wali kota dan wakil wali kota. Hari ke hari, hubungan keduanya justru semakin renggang.
“Itu memang sudah terbaca publik. Tapi jangan pula kemudian, kedekatan (Wesly-Junaedi) itu dijadikan alasan dan momok penyebab renggangnya hubungan wali kota dengan wakil wali kota. Junaedi tidak lantas bisa dianggap sebagai jurang pemisah. Sehingga, diminta untuk diganti. Begitu kira-kira dugaan spekulasi politisnya,” sambung Suhendra.
Terpisah, Sekda Siantar Junaedi Sitanggang, tidak memberikan tanggapan terkait usulan fraksi-fraksi di DPRD Siantar, yang meminta wali kota mencopotnya dari jabatan Sekda Siantar.
Sementara itu Ketua Fraksi Golkar Indonesia DPRD Siantar, Rini Silalahi, belum memberikan klarifikasi ke media ini. Terkait tindak lanjut dari usulan pemberhentian Junaedi Sitanggang dari jabatan Sekda Siantar.
Seperti diketahui, Fraksi Golkar Indonesia yang dipimpin oleh Rini Silalahi, menjadi salah satu yang mendesak Wali Kota Siantar Wesly Silalahi, agar mencopot Junaedi Sitanggang dari jabatannya selaku Sekda Kota Siantar. Hal ini disampaikan secara resmi oleh Fraksi Golkar Indonesia, saat Rapat Paripurna Pandangan Umum Fraksi atas LKPj Wali Kota Siantar beberapa waktu lalu.

Bukan lantaran dianggap sebagai jurang pemisah hubungan wali kota dengan wakil wali kota, namun Fraksi Golkar Indonesia, menduga jika Sekda Siantar Junaedi Sitanggang, jual beli jabatan. Namun hingga berita ini sampai ke redaksi, belum ada bukti yang kuat mengarah pada dugaan jual beli jabatan yang dituduhkan kepada Junaedi Sitanggang.
Wali Kota Siantar Wesly Silalahi, enggan memberikan tanggapan soal ini. Anehnya, Wesly justru membalas chat wartawan dengan kalimat-kalimat yang tak berkaitan dengan konfirmasi. (ung)






