SIANTAR-CSKERAS | Ketua Institute Law and Justice (ILAJ) Fawer Sihite, membandingkan masa kepemimpinan Wali Kota Siantar sebelumnya dengan yang sekarang. Dua masa dimana sebelumnya dirindukan, sementara yang sekarang mengecewakan. Yang sebelumnya peduli, sekarang tak mengerti.
“Khususnya yang sekarang dirasakan. Soal banjir. Ini bukan hujan semata. Ini akumulasi dari buruknya tata kelola terutama soal drainase. Kalau dibiarkan, Siantar akan terus begini,” tegas Fawer, Selasa (21/04/2026) pagi.
Berdasarkan temuan di lapangan, terdapat 9 titik banjir yang menjadi sorotan kata Fawer. Yakni:
* Jalan Ade Irma
* Jalan Adam Malik
* Jalan Wahidin
* Jalan Gereja
* Jalan Vihara
* Jalan Merdeka
* Jalan Medan
* Jalan Rakuta Sembiring
* Jalan Lorong 7 Parluasan
Fawer menilai, Wali Kota Wesly Silalahi, tidak menunjukkan pemahaman yang utuh terhadap persoalan mendasar kota.
“Jujur kita katakan, wali kota hari ini belum paham akar masalah Kota Siantar. Drainase, trotoar, tata air — ini hal dasar, tapi justru terabaikan,” ujarnya sembari menyinggung, intensitas kehadiran kepala daerah yang dinilai tidak maksimal.
“Ketika kota butuh perhatian penuh, justru yang terlihat wali kota lebih sering di luar. Sementara masyarakat berhadapan langsung dengan banjir,” sambungnya.
Dalam pernyataannya, Fawer mengaku masyarakat kini mulai membandingkan kondisi saat ini dengan masa kepemimpinan sebelumnya.
“Kita tidak bisa tutup mata, ada kerinduan publik terhadap masa almarhum Hulman Sitorus. Dulu, persoalan drainase dan trotoar jadi prioritas. Ada arah, ada eksekusi, dan hasilnya terasa,” ucapnya.
Menurutnya, kerinduan itu muncul karena masyarakat merasakan perbedaan nyata antara kepemimpinan yang fokus pada kebutuhan dasar kota dan kondisi saat ini.
“Sekarang yang terjadi justru sebaliknya. Masalah lama dibiarkan, solusi tidak terlihat jelas,” tambahnya.
ILAJ pun mendesak Pemerintah Kota Siantar, segera melakukan langkah konkret dan terukur dalam menangani persoalan banjir.
“Kalau tidak segera dibenahi, jangan heran kalau kepercayaan publik terus menurun. Kota ini butuh pemimpin yang paham masalah dan hadir menyelesaikannya,” tutup Fawer. (rel/ung)







