CS Keras
Kamis, 4 Juni 2026
No Result
View All Result
  • News
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Dunia
  • Bisnis
    • Finansial
    • Investasi
  • Hot
    • Entertainment
    • Selebriti
  • Teknologi
    • Artificial Intelligence
    • Gadget
  • Otomotif
  • Sports
  • Wisata
CS Keras
No Result
View All Result
CS Keras
No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Regional
  • Nasional
  • Dunia
  • Finansial
  • Investasi
  • Entertainment
  • Selebriti
  • Otomotif
  • Sports
  • Artificial Intelligence
  • Gadget
  • Wisata
Home Tak Berkategori

Peringatan Mayday, Dari Refleksi menjadi Seremoni

Redaksi CSK Penulis: Redaksi CSK
2 Mei 2026 | 15:35 WIB
Rubrik: Tak Berkategori

Oleh : Daulat Sihombing

Peringatan Mayday atau Hari Buruh Internasional, secara konteks adalah penghormatan terhadap aksi mogok ribuan buruh/ pekerja di Chicago AS, 1 Mei 1886, yang menuntut pembebasan buruh/ pekerja dari jam kerja yang tidak terbatas menjadi hanya 8 (delapan) jam sehari.

Namun aksi yang semula berlangsung damai berubah menjadi bentrokan berdarah antara polisi dan buruh setelah terjadi ledakan bom yang menewaskan beberapa polisi, hingga memicu penangkapan massal terhadap aktivis buruh.
Peristiwa ini dikenal juga dengan nama Tragedi Haymarket.

Di era Presiden Soekarno, Mayday diakui secara resmi oleh pemerintah dan dirayakan setiap tahun sebagai simbol perjuangan kaum buruh. Tapi setelah Presiden Soekarno tumbang dan digantikan oleh Presiden Soeharo, pemerintah melarang ketat perayaan Mayday dan dianggap berbau Komunis atau PKI.

Tanggal 09 April 1994, saya Daulat Sihombing, sebagai aktivis Ornop (Organisasi Non Pemerintah) bidang Perburuhan di Siantar – Simalungun, sekaligus aktivis SBSI (Serikat Buruh Sejahtera Indonesia) pimpinan Muchtar Pakpahan, berencana menggelar perayaan Hari Buruh Internasional 1 Mei 1994, bersama sejumlah buruh Siantar – Simalungun.

Meliputi buruh STTC, PT. SSU, PT. Permona, PT. Wongso Prawiro, PT. Marstex, dan beberapa perusahaan lainnya.
Untuk itu, lalu dibentuk Panitia. Namun malam dibentuk panitia, besok paginya sudah mendapat panggilan interogasi dari Korem 022 Pantai Timur atas perintah Danrem Kolonel TNI Sunarto.

Di Korem, Panitia sebanyak 13 orang, diinterogasi satu persatu secara intensif oleh tentara dan diperlakukan layaknya teroris atau terduga makar, dan baru dilepas pulang setelah besoknya ratusan buruh Siantar – Simalungun, mendatangi markas Korem 022 dan mendesak agar Danrem 022 segera membebaskan buruh, jika tidak buruh mengancam mengerahkan massa yang lebih besar.

Karena tekanan tersebut, akhirnya para buruh dibebaskan, dengan syarat tidak akan menggelar peringatan Mayday.
Secara konteks, perayaan Mayday, sebenarnya tak hanya menjadi tonggak sejarah peringatan aksi pemogokan massal di Chicago AS, tetapi juga peringatan terhadap aksi- aksi buruh di beberapa kota di dalam negeri yang berjuang untuk pembatasan jam kerja, kebebasan berserikat, dan penerapan hak- hak normative buruh.

Sebutlah aksi pemogokan ribuan buruh PT. Gajah Tunggal Group, Tangerang, Tahun 1993, yang menuntut pembatasan jam kerja, kebebasan berserikat dan penerapan hak- hak normatif namun berujung pengerahan ribuan pasukan anti huru hara dan pasukan tentara untuk menangkap puluhan aktivis buruh dan meredam aksi buruh.

Kemudian aksi mogok dan demonstrasi puluhan ribu buruh di Medan, tanggal 14 April 1994, yang bentrok dengan aparat kemanan dari Polri dan TNI, sehingga menewaskan 2 (dua) orang buruh dan seorang pengusaha serta menangkap dan memburu sejumlah aktivis buruh.

Ditumpas dengan Operasi Militer

Aksi pemogokan ribuan buruh STTC Group yang terjadi secara maraton sejak tanggal 16 April hingga Mei 1994 di Pematangsiantar, namun kemudian dipadamkan dengan “Operasi Militer” yang digelar Danrem 022 Pantai Timur, Kol. Inf Soenarto, dengan menerjunkan pasukan khusus anti teroris, pasukan terjun payung, pasukan zeni tempur, pasukan batalion 122, pasukan teritorial Korem 022 dan Kodim 0207 Simalungun, serta Brimob Polri.

Dalam aksi ini 200-an buruh di PHK, 15 tokoh buruh disiksa dan dipenjara dengan hukuman 6 – 8 (delapan) bulan perorang, tuduhan “menghasut”.

Dalam peringatan Mayday 2026 ini, semestinya aksi pemogokan ribuan buruh di Chicago AS tahun 1886, aksi pemogokan ribuan buruh di Medan 1994, serta aksi pemogokan ribuan buruh di Pematangsiantar 1994, menjadi refleksi bagi para buruh, apakah kehidupan buruh sudah semakin lebih baik dan sejahtera atau sebaliknya semakin buruk?

Mencermati aksi – aksi perayaan Mayday di tanah air, secara khusus di Siantar – Simalungun, sepertinya esensi “gerakan buruh” dalam peringatan Mayday semakin samar dan bergeser dari Refleksi (Permenungan) menjadi Seremoni (Perayaan).

Pesan penyadaran dan transformasi ideologis pun semakin tipis dan bergeser menjadi euphoria atau party (pesta). Malah timbul fenomena baru, peringatan Mayday “dibajak” pengusaha dan/ atau oligarki, dengan memobilisasi dan memfasilitasi buruh turun berpesta untuk sekedar menenangkan dan meninabobokkan buruh, sedang sesungguhnya yang sedang dilakukan pengusaha maupun oligarki hanyalah simplikasi teori etis.

Indikasinya, setiap tahun perayaan Mayday, tapi minim dengan suara kritis yang mencatatkan atau menggambarkan “wajah” buruh kita. Lalu patut dipertanyakan, apakah buruh paham atau tidak dengan esensi perayaan Mayday?

Padahal berdasarkan pendekatan realitas, persoalan buruh di negeri ini masih didominasi persoalan klasik. Seperti massifnya sistem kontrak, outsourcing (alih daya), upah di bawah standar upah minimum, sistem pengupahan yang tidak adil karena upah masa kerja 1 (satu) tahun sama dengan masa kerja 20 tahun, serta PHK yang sangat mudah, menggambarkan bahwa kehidupan buruh tertindas secara sosial dan ekonomi.

Apalagi kondisi sosial yang banyak pengangguran sedang formasi kerja sangat terbatas, dan secara nasional negara ini mengalami kemerosotan ekonomi, hingga mengakibatkan pelemahan daya beli rupiah, membuat kehidupan buruh semakin tertekan.

Peringatan Mayday hendaknya dapat mengungkap realitas itu sebagai bentuk refleksi dan penghormatan terhadap para pejuang buruh yang telah berkorban jiwa dan raga, sekaligus komitmen dan konsistensi terhadap perjuangan buruh. Selamat perayaan Mayday. Hidup buruh, Buruh bersatu tak terkalahkan. Merdeka…!!!. (Penulis adalah Ketua MPO – DPP KSBSI) dan Pelaku sejarah gerakan buruh di Siantar – Simalungun sejak tahun 1992)

ShareTweetSendShareSharePinSend

Baca Juga

Tak Berkategori

Jampidsus Kejaksaan Agung Menyambar Dugaan Penyimpangan BGN: Tikus Kantor Tidak Tumbuh Karena Kelaparan

Penulis: Redaksi CSK
3 Juni 2026 | 19:35 WIB

Catatan: Azmi Syahputra, Jakarta "Tindakan menyambar tegas, cepat, dan taktis yang dilakukan oleh Jaksa Agung melalui tim jajaran Jaksa Agung...

Read more
Tak Berkategori

DPRD Sumut Bahas Nasib Korban Penipuan BNI Siantar

Penulis: Redaksi CSK
2 Juni 2026 | 22:18 WIB

SIANTAR-CSKERAS | Ingat kasus penipuan sebesar Rp28 miliar di BNI Aek Nabara? Nah, ini menyeruak lagi kasus kejahatan perbankan di...

Read more
Tak Berkategori

Heboh soal Hibah Rp3 Miliar dari APBD Siantar, Jan: Nama Baik Kapoldasu jangan Dirusak

Penulis: Redaksi CSK
29 Mei 2026 | 17:38 WIB

CSKERAS-SIANTAR | Rencana Pemko Siantar menggelontorkan dana hibah ke Poldasu sebesar Rp3 miliar, tidak hanya bikin heboh publik Siantar. Namun...

Read more
Tak Berkategori

Kejatisu Sor Kali Kasus Eks Rumah Singgah Covid-19, Bakal Ada yang Setor Dua Kali?

Penulis: Redaksi CSK
24 Mei 2026 | 05:58 WIB

SIANTAR-CSKERAS | Kasus dugaan korupsi pembelian Eks Rumah Singgah Covid-19 memasuki cerita baru. Kejatisu, sor kali menanganinya. Sebab tersiar kabar,...

Read more
Tak Berkategori

KNPI Siantar Terbelah: Peserta Kongres XI Jabar Kecewa!

Penulis: Redaksi CSK
12 Mei 2026 | 10:09 WIB

SIANTAR-CSKERAS | Salah seorang senior KNPI Siantar yang juga kontingen peserta Kongres ke XI Jawa Barat, Chairuddin (Ucok) Pospos, mengaku...

Read more
Tak Berkategori

Choking: Gercep Walikota Soal Siswa Panca Budi Cuma Omon-omon

Penulis: Redaksi CSK
9 Mei 2026 | 12:57 WIB

MEDAN-CSKERAS | Jurnalis senior Choking Susilo Sakeh angkat bicara terkait siswa SMP Panca Budi Medan, yang sempat dilarang ikut ujian...

Read more

Berita Terbaru

Tak Berkategori

Jampidsus Kejaksaan Agung Menyambar Dugaan Penyimpangan BGN: Tikus Kantor Tidak Tumbuh Karena Kelaparan

3 Juni 2026 | 19:35 WIB
Tak Berkategori

DPRD Sumut Bahas Nasib Korban Penipuan BNI Siantar

2 Juni 2026 | 22:18 WIB
Tak Berkategori

Heboh soal Hibah Rp3 Miliar dari APBD Siantar, Jan: Nama Baik Kapoldasu jangan Dirusak

29 Mei 2026 | 17:38 WIB
Tak Berkategori

Kejatisu Sor Kali Kasus Eks Rumah Singgah Covid-19, Bakal Ada yang Setor Dua Kali?

24 Mei 2026 | 05:58 WIB
Tak Berkategori

KNPI Siantar Terbelah: Peserta Kongres XI Jabar Kecewa!

12 Mei 2026 | 10:09 WIB
Tak Berkategori

Choking: Gercep Walikota Soal Siswa Panca Budi Cuma Omon-omon

9 Mei 2026 | 12:57 WIB
Tak Berkategori

Digasak Jaksa, Nama RHS Diseret-seret: Dugaan Korupsi PDAM Tirta Lihou

7 Mei 2026 | 09:08 WIB
Tak Berkategori

Kicau Fee Proyek 21 Persen Simalungun makin Gacor

6 Mei 2026 | 12:04 WIB
Tak Berkategori

Lewat FB, Fee Proyek 21 Persen Simalungun Dimuat Pejabat

6 Mei 2026 | 10:20 WIB
Tak Berkategori

Peringatan Mayday, Dari Refleksi menjadi Seremoni

2 Mei 2026 | 15:35 WIB
Tak Berkategori

Fawer: Ilal Mahdi Nasution Sosok Taat Aturan

30 April 2026 | 09:24 WIB
Tak Berkategori

Fasum jadi Lapak, Dirut PD-PHJ dan Dewas Beda Sikap

28 April 2026 | 08:45 WIB
  • Pedoman
  • Policy
  • Redaksi
  • Terms

© 2025
.
☏ -
📧 [email protected]

rotasi barak berita hari ini danau toba

No Result
View All Result
  • News
    • Peristiwa
    • Regional
    • Nasional
    • Dunia
  • Bisnis
    • Finansial
    • Investasi
  • Hot
    • Entertainment
    • Selebriti
  • Teknologi
    • Artificial Intelligence
    • Gadget
  • Otomotif
  • Sports
  • Wisata

© 2025
.
☏ -
📧 [email protected]

rotasi barak berita hari ini danau toba