SIMALUNGUN-CSKERAS | Bukan sekadar isapan jempol belaka. Status Fb (Facebook) oknum pejabat Pemkab Simalungun yang membongkar isu penerapan Fee Proyek 21 Persen, ikut disuarakan kencang oleh seorang rekanan (Pemborong) yang ketepatan satu marga dengan Bupati Simalungun Anton Saragih.
“Ada benarnya yang dimuat di facebook SP itu. Fee proyek di Simalungun sudah lama menjadi keluhan bagi kami sebagai rekanan. Bahkan pernah lebih 21 persen,” keluh Arifin Saragih, Rabu (06/05/2026) pagi.
Menurut Arifin, fee proyek di Simalungun sangat tinggi. Dan, sudah lama diterapkan kepada seluruh rekanan. “Memang Kabupaten Simalungun ini fee proyek sangatlah selalu tinggi. Sudah lama praktek “KW” ini,” sambung Arifin lagi.
Dengan penerapan fee proyek, masih Arifin, membuat rusak birokrasi dan rekanan/vendor. “Semua mengeluh dan banyak pungutan yang lainnya. Seperti uang sampah, uang teken teken dan pemeriksaan berkas. Lali ada uang peyerasian pencairan di bagian keuangan dan bayar galian C – macam macam lah,” ujar Arifin lagi.
Selama bertahun-tahun mengerjakan proyek di Simalungun, sambung Arifin lagi, dirinya belum pernah dibebaskan dari Uang KW atau fee proyek. Konyolnya, Uang KW atau Fee Proyek itu disetor di depan. Jauh sebelum pelaksanaan proyek dimulai.
“Uang KW itu bukan rahasia lagi. Kita bayar di depan. Jauh sebelum pelaksanaan proyek dimulai. Kalau kita gak setor, ya pasti gak bisa kita dapat proyek. Ini sudah budaya dan seolah tak bisa dihilangkan,” ungkapnya.
Terpisah, Bupati Simalungun Anton Saragih, belum mau memberikan klarifikasi terkait hal ini.
Seperti diketahui, sebelumnya, SP mengupload status di akun fb nya. Status itu berupa isi pembicaraannya dengan salah seorang pemborong (Rekanan) yang mengaku dipanggil oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Pemanggilan pemborong yang identitasnya dirahasiakan oleh SP, itu konon mengaku terkait ada penerapan uang fee proyek sebesar 21 persen.
Tak sampai situ, di dalam statusnya, SP juga mengungkapkan sikap Sekda Simalungun yang menurutnya hanya cari aman. Itulah katanya, pentingnya pejabat Sekda Simalungun berlatar belakang dari Etnis Simalungun. Sehingga, lebih perduli dengan keadaan Simalungun.
Sekda Simalungun Mixnon Simamora, memang bukanlah berlatar belakang dari Suku Simalungun. Tapi Batak Toba. Namun bukan berarti, Miksnon tidak mencintai Kabupaten Simalungun.
Status yang diupload SP sejak Jumat (01/05/2026) kemarin, hingga Rabu (06/05/2026) pagi, sudah mendapatkan 185 respons dan 87 komentar. (ung)







