SIANTAR-CSKERAS | Salah seorang senior KNPI Siantar yang juga kontingen peserta Kongres ke XI Jawa Barat, Chairuddin (Ucok) Pospos, mengaku kecewa dengan hasil Musda KNPI Kota Siantar. Sebab, prosesnya tidak sah menurut aturan yang berlaku dan sangat memalukan.
Mencermati dinamika yang mencuat menjelang, saat dan setelah musda, menurut Chairuddin seharusnya dapat ditenangkan. Namun sangat disayangkan, dinamika itu justru semakin bertensi tinggi. Tidak dinafikan sambung Ucok, dinamika adalah hal wajar dalam musda. Namun apabila berujung pada chaos, ini tidak dapat diterima. Bisa jadi, semua tahapan tak lagi berjalan sesuai aturan yang berlaku.
“Sehingga wajar pada ujungnya, musda tersebut hanya menghasilkan ketidakpercayaan tak hanya di tengah peserta, bahkan di kalangan publik. Hasilnya, tentu tidak sah,” tutur Ucok Pospos, Selasa (12/05/2026) pagi.

Paling mendasar sambung Ucok, pemilik suara sah bahkan tidak diberikan kesempatan untuk ikut terlibat. “Banyangkan kalau sampai 5 organisasi pemilik suara sah tidak diundang dan dilibatkan dalam musda. Ini sangat tidak relevan lagi,” ungkap Ucok.
Dengan alasan itu pula lanjut Ucok, dirinya akan ikut mengadvokasi ke-5 organisasi pemilik suara sah namun tak dilibatkan, ini menempuh jalur alternatif untuk mendorong Musda ulang.
“Kita akan perjuangkan ini demi masa depan KNPI di Kota Siantar yang bermartabat. Musda kemarin itu tidak sah. Harus diulang,” sambung Ucok seraya semakin kecewa mendengar isu, adanya dugaan intervensi Wali Kota Siantar Wesly Silalahi dalam memenangkan salah satu kandidat ketua pada musda tersebut.
Seperti diketahui, Musda KNPI Kota Siantar ke XIV untuk masa bakti 2026-2029, menghasilkan dualisme kepemimpinan. Satu kepemimpinan Arif Harahap dan lainnya Irham Taufik.
Musda yang digelar di Aula Siantar Hotel pada Jumat (9/05/2026) kemarin, dibuka Wali Kota Siantar Wesly Silalahi, awalnya berjalan kondusif. Namun belakangan diwarnai keributan dan adu mulut bahkan fisik antarpeserta musda dari masing-masing pendukung dua kandidat yang bertarung. (ung)







