SIMALUNGUN-CSKERAS | Pangulu (Kepala Desa) yang seharusnya menjadi panutan di tengah masyarakat, malah memberikan contoh buruk. Kunci mobil milik warga dicuri dan disembunyikan tanpa alasan. Sebulan sudah berlalu, mobil masih tak bisa dijalankan untuk kemanfaatan bagi pemiliknya.
Kejadian ini berawal pada Kamis (05/03/2026) sekira pukul 08.30 WIB lalu. Saat itu, Tanggung Sipayung (45) bersama Rehulina br Lingga dan Elpi Rastaulina Sipayung, berniat meninjau kawasan hutan di Dusun Batu Holing Nagori Togur Kecamatan Dolok Silau Kabupaten Simalungun. Tepatnya, berjarak 2 kilometer dari kediamannya.
Tiba di tujuan, mobil yang mereka kendarai diparkir di pinggir jalan. Dengan berjalan kaki, ketiganya lalu melanjutkan perjalanan masuk kawasan hutan. Singkat cerita, satu jam setengah di dalam hutan, mereka pun berniat pulang.
Sialnya, begitu sampai di mobil yang diparkir, Tanggung Sipayung sudah tak melihat kunci mobilnya lagi. Tak bisa menyalakan mesin mobil lantaran kuncinya tak ada, ketiganya memutuskan untuk berjalan kaki pulang ke rumah.
Di tengah perjalanan pulang, mereka bertemu dengan Dayak. Rekan Tanggung Sipayung ini lalu membocorkan kabar kepadanya, bahwa kunci mobil tersebut diketahui Dayak, ternyata dicuri oleh pangulu.
Sontak saja dari situ, Tanggung Sipayung pun melabrak pangulu dan menuntut agar si pangulu segera bertanggungjawab. Termasuk bersedia mengembalikan kunci mobil yang diduga dicurinya itu.
Nahasnya, si pangulu tak peduli. Tak ada pilihan, Tanggung Sipayung akhirnya melapor ke polisi.
Laporan Tanggung Sipayung, tertuang dalam surat tanda penerimaan laporan (STPL) polisi, Nomor: LP/B/03/ III/2026/ SPKT/ POLSEKDOLOKSILAU/ POLRESSIMALUNGUN/ POLDASUMATERAUTARA. Tak diketahui apa motif WS (50) selaku pangulu di desa tersebut, nekat melakukan tindakan itu.
Bupati Simalungun Anton Saragih, disampaikan kabar ini, belum memberikan tanggapan. Demikian pula Kepala BPMPN Pemkab Simalungun, Eliyanto Purba.
Terpisah, Kapolres Simalungun AKBP Marganda Aritonang, ditanya apakah memonitoring kasus ini, justru tidak menunjukkan sikap terbuka. Marganda, memilih diam tak memberikan respons apa-apa. (ung)







