SIANTAR-CSKERAS | Ahmad Dolly Kurnia Tanjung (akrab disapa ADK) melempar wacana baru. Poses pemilu, digelar dengan cara terpisah. Antara Pileg, Pilpres dan Pilkada. Wacana tersebut disampaikan Politisi Golkar, ini lewat akun facebook resminya, pada Jumat (02/09/2026) pagi.
”Saya berpendapat bahwa pemisahan antara Pemilu Legislatif (Pileg), Pemilu Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sangat diperlukan. Tujuannya agar masyarakat dapat lebih fokus dan berkonsentrasi penuh pada setiap jenis pemilihan. Bukan kewalahan dengan banyaknya surat suara dan kandidat secara bersamaan,” alasan ADK menguatkan.
Pileg, sambung ADK, fokus pada pengenalan partai, program dan kinerja. Sedang Pilpres, fokus pada penilaian karakter, isu, visi dan misi para kandidat presiden. Sementara itu Pilkada, fokus pada pemilihan calon pemimpin daerah.
”Dengan pemisahan ini, diharapkan kualitas pilihan kita semua akan menjadi lebih baik dan lebih mendalam,” tambahnya. Setelah menjabarkan wacana tersebut, ADK kembali meletakkan kebebasan kepada publik.
”Bagaimana pandangan Sahabat tentang pemisahan pemilu ini? Setujukah Anda? Yuk, sampaikan pendapatnya di kolom komentar!,” tulis ADK mengakhiri tulisannya.
Sontak pendapat tersebut mendapat respons positif di kolom komentar. “Setuju Bahkan lebih baik dilaksanakan dengan rentang 12 bulan supaya setiap pemilihan masyarakat fokus isue strategisnya juga memberi ruang yang luas bagi pemilih untuk menentukan sikap sesuai segmen pemilihannya,” tulis pemilik akun Ryo De’Ins.
Pendapat Ryo De’Ins lalu diapresiasi oleh ADK dengan menyebut pandangannya menarik. Satu jam tulisan itu di upload ADK di status facebooknya, publik cenderung menanggapi positif. Bagaimana dengan Anda? (Ung/fb







